Gaji Pemilik UMKM Sering Cepat Habis? Ini 4 Kesalahan Mengatur Keuangan yang Bikin Dompet Boncos Terus
Gaji pemilik UMKM sering cepat habis? Kenali 4 kesalahan mengatur keuangan bisnis dan pribadi agar dompet tidak boncos terus. Yuk, simak solusinya!
Halo para pemilik UMKM Indonesia! Bagaimana kabar warung atau usaha online-nya hari ini? Semoga lancar dan banyak orderan ya.
Pernahkah Kakak merasa omzet penjualan sudah lumayan banyak, tapi pas akhir bulan, kok dompet malah tipis? Mau ambil uang buat kebutuhan rumah tangga rasanya serba salah, mau dibiarkan tapi dapur harus tetap ngebul. Jangan-jangan, ada yang keliru nih sama cara Kakak menggaji diri sendiri sebagai bos.
Banyak pelaku usaha kecil yang terjebak menyamakan uang kas usaha dengan uang jajan pribadi. Padahal, ini adalah awal dari bencana keuangan bisnis. Supaya usaha Kakak tidak jalan di tempat atau malah gulung tikar, mari kita bahas bersama.
4 Kesalahan Mengatur Gaji Pemilik UMKM
1. Mengambil Uang Usaha Tanpa Batas
Kesalahan paling klasik adalah mengambil uang dari laci kas atau rekening toko kapan pun Kakak butuh. Mau beli token listrik? Ambil laci toko. Mau jajan di luar? Ambil dompet toko.
Kalau caranya begini, pembukuan pasti hancur. Kakak jadi tidak tahu berapa sebenarnya keuntungan bersih yang didapat dari jualan. Biasakan untuk menetapkan nominal gaji tetap setiap bulannya untuk diri sendiri.
2. Tidak Memisahkan Rekening Bisnis dan Pribadi
Ini juga penyakit lama yang susah disembuhkan. Rekening buat terima transferan pelanggan, dicampur jadi satu sama rekening buat bayar cicilan motor pribadi.
Akibatnya? Uang masuk dan keluar jadi tidak karuan. Kakak jadi susah membedakan mana uang untuk beli stok barang dagangan, mana uang untuk makan sehari-hari. Mulai sekarang, yuk buka rekening khusus usaha, sekecil apapun skala toko Kakak.
3. Besar Pasak daripada Tiang
Merasa usaha baru mulai jalan dan omzet mulai stabil, Kakak langsung menaikkan gaya hidup atau mengambil gaji terlalu besar. Ingat, bisnis itu ada masanya sepi dan ramainya.
Sebaiknya, mulailah menggaji diri sendiri secara wajar, sesuaikan dengan kemampuan finansial usaha saat ini. Sisihkan juga sebagian keuntungan untuk cadangan modal atau dana darurat toko.
4. Malas Mencatat Keuangan Usaha
Merasa usaha masih kecil jadi malas bikin catatan? Ini keliru besar. Kalau tidak dicatat, Kakak tidak akan pernah tahu ke mana perginya uang hasil kerja keras selama ini.
- Catat setiap rupiah uang yang masuk dari pembeli.
- Catat juga setiap pengeluaran, sekecil apapun itu seperti biaya parkir atau beli kantong plastik.
- Evaluasi keuangan secara rutin setiap akhir bulan.
Solusi Praktis Atur Keuangan UMKM
Tenang, sekarang mengurus catatan keuangan tidak lagi pusing pakai buku tulis tebal yang gampang kopyor atau hilang. Kakak bisa memanfaatkan aplikasi pembukuan HP seperti Rapihin untuk mencatat transaksi harian dengan lebih praktis.
Dengan Rapihin, Kakak bisa memantau pemasukan dan pengeluaran usaha langsung dari genggaman. Jadi, memisahkan pencatatan keuangan bisnis dan pribadi jadi terasa jauh lebih ringan dan tidak makan waktu.
Yuk, benahi keuangan usaha mulai hari ini supaya bisnis Kakak makin sehat, berkah, dan dompet pun aman dari rasa boncos!
Alat gratis terkait
Kalkulator Anggaran 50/30/20
Bagi gaji biar cukup sebulan — gratis, tanpa daftar
Mau pembukuan usaha rapi tanpa ribet?
Catat pemasukan, stok, & untung langsung dari HP.
Coba Rapihin Gratis →Artikel lainnya
Modal Usaha Pas-Pasan Tapi Mau Mulai Investasi? Ini 4 Cara Cerdas Kembangkan Keuntungan Toko Biar Aset Makin Nambah
KeuanganTerlilit Cicilan Usaha yang Menumpuk? Ini 4 Cara Cepat Lunasi Utang UMKM Tanpa Bikin Kas Toko Macet
KeuanganGaji Pemilik UMKM Sering Habis Sebelum Tanggal Tua? Ini 5 Tips Cerdas Atur Keuangan Rumah Tangga Agar Dompet Aman Sampai Akhir Bulan