Gaji UMKM Pas-Pasan Tapi Mau Punya Tabungan? Ini 5 Cara Pintar Sisihkan Modal Usaha dan Dana Darurat Pakai Aplikasi Pembukuan
Gaji UMKM pas-pasan tapi ingin punya tabungan? Simak 5 cara pintar menyisihkan modal dan dana darurat pakai aplikasi pembukuan agar usaha makin sehat.
Halo, pelaku UMKM Indonesia! Gimana kabarnya warung atau usaha online-nya hari ini? Semoga laris manis ya.
Buat kita yang merintis usaha kecil, mengatur keuangan kadang rasanya mirip main sirkus. Uang masuk, uang keluar, tahu-tahu dompet sudah tipis lagi. Sering banget kan, rasanya gaji atau hasil jualan dari usaha sendiri itu pas-pasan banget buat kebutuhan sehari-hari, apalagi buat nabung. Boro-boro mau mikirin dana darurat, buat nutupin modal usaha bulan depan saja kadang bikin pusing.
Tapi, jangan berkecil hati dulu. Punya usaha sendiri bukan berarti kita nggak bisa punya tabungan, lho. Kuncinya ada di cara kita mengelola uang yang masuk. Yuk, kita bahas 5 cara pintar menyisihkan modal usaha dan dana darurat meskipun omzet lagi pas-pasan.
1. Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha Sejak Hari Ini
Ini adalah dosa besar nomor satu yang sering dilakukan pelaku UMKM. Seringkali uang hasil jualan hari ini langsung dipakai buat beli kopi atau bayar tagihan pribadi. Akibatnya, kita nggak pernah tahu sebenarnya usaha kita untung atau buntung.
- Buat dua rekening berbeda, meskipun dari bank yang sama.
- Anggap uang di rekening usaha adalah "milik bos", dan kita cuma pekerjanya yang digaji setiap bulan.
- Cara ini bikin pencatatan jauh lebih bersih dan kita nggak sengaja pakai uang modal untuk jajan.
2. Terapkan Prinsip "Gaji Diri Sendiri"
Sebagai pemilik usaha, kita sering lupa menetapkan nominal gaji untuk diri sendiri. Mentang-mentang semua uang di laci kasir kelihatan banyak, diambil sesuka hati.
- Tentukan berapa nominal gaji yang wajar untuk diri kita setiap bulan, sesuaikan dengan kemampuan usaha.
- Disiplin hidup dari gaji tersebut.
- Kalau usaha sedang ada sisa keuntungan lebih, jangan dihabiskan, tapi masukkan ke pos modal usaha atau tabungan.
3. Catat Setiap Transaksi Sekecil Apa Pun
Pernah ngerasa uang tiba-tiba habis tapi nggak tahu beliin apa? Itu tandanya pembukuan kita bolong-bolong. Nggak perlu pakai rumus akuntansi yang rumit, kok.
- Biasakan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran setiap hari.
- Sekarang zamannya lebih praktis, kita bisa manfaatkan aplikasi pembukuan lewat HP seperti Rapihin untuk mencatat transaksi harian dengan mudah.
- Dengan Rapihin, kita bisa melihat laporan keuangan sederhana langsung dari genggaman, jadi nggak ada lagi cerita uang boncos tanpa jejak.
4. Sisihkan Dana Darurat di Awal, Bukan di Sisa
Biasanya kita nunggu uang sisa akhir bulan baru mau nabung. Masalahnya, uang sisa itu hampir tidak pernah ada!
- Mulai sekarang, balik polanya. Begitu ada uang masuk dari hasil jualan, langsung sisihkan sebagian kecil untuk dana darurat.
- Nggak harus langsung besar, mulai saja dari nominal yang paling ringan asal konsisten setiap hari atau setiap minggu.
- Dana darurat ini penting banget buat jaga-jaga kalau sewaktu-waktu ada kerusakan alat produksi atau sepi pembeli.
5. Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Nabung dan nyatet keuangan itu nggak ada artinya kalau kita nggak pernah ngecek hasil akhirnya.
- Luangkan waktu seminggu sekali atau sebulan sekali untuk melihat laporan keuangan.
- Cek pos mana yang pengeluarannya paling besar dan apakah bisa dihemat.
- Gunakan fitur laporan di aplikasi Rapihin untuk melihat ringkasan keuangan secara cepat, jadi kita bisa ambil keputusan bisnis dengan lebih tenang.
Mengelola keuangan UMKM memang butuh kesabaran dan kedisiplinan tingkat tinggi. Tapi ingat, usaha yang besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten. Yuk, mulai tata keuangan usaha kita dari sekarang agar kedepannya bisnis makin lancar dan tabungan pun aman!
Alat gratis terkait
Kalkulator Anggaran 50/30/20
Bagi gaji biar cukup sebulan — gratis, tanpa daftar
Mau pembukuan usaha rapi tanpa ribet?
Catat pemasukan, stok, & untung langsung dari HP.
Coba Rapihin Gratis →Artikel lainnya
Cara Hitung Zakat Penghasilan UMKM: Kapan Mulai Wajib Dikeluarkan dan Rumus Mudahnya Biar Usaha Makin Berkah
KeuanganGaji UMKM Sering Dicampur untuk Kebutuhan Rumah? Pakai Metode 50/30/20 Ini Biar Dompet Pribadi dan Kas Usaha Aman
KeuanganBeda Margin dan Markup yang Bikin UMKM Sering Rugi: Cara Hitung Keuntungan yang Benar Biar Toko Nggak Salah Harga