Jualan Sepi Orderan? Ini 5 Cara Bikin Konten Reels dan TikTok yang Ampuh Bikin Warga Medsos Check Out Produk UMKM
Bingung jualan di Reels dan TikTok tapi sepi orderan? Simak 5 cara mudah bikin konten medsos yang bikin pembeli tertarik check out produk UMKM.
Halo, pelaku usaha lokal! Bagaimana kabar warung atau toko online hari ini? Kalau akhir-akhir ini jualan sepi orderan, tenang, Anda tidak sendirian. Banyak pemilik UMKM yang merasakan hal serupa saat mencoba peruntungan di Instagram Reels dan TikTok.
Masalahnya sering kali bukan pada produknya yang kurang bagus, melainkan cara kita memperkenalkan produk tersebut di media sosial yang kurang pas. Warga medsos hari ini lebih suka menonton video yang menghibur, jujur, dan langsung pada intinya. Yuk, kita bahas cara bikin konten yang lebih ramah penonton.
5 Cara Bikin Konten Reels dan TikTok untuk UMKM
1. Buat Tiga Detik Pertama yang Menarik
Orang-orang di TikTok dan Reels itu jempolnya sangat cepat untuk scroll. Kalau tiga detik pertama video Anda membosankan atau terlalu lama basa-basi, penonton pasti langsung lewat. Mulailah dengan memperlihatkan masalah yang sering dialami pembeli, atau tunjukkan hasil akhir produk yang memuaskan.
2. Tunjukkan Proses Pembuatan atau Pengemasan
Konten di balik layar selalu punya tempat di hati penonton. Video saat Anda meracik minuman, menjahit pakaian, atau bahkan membungkus pesanan dengan rapi punya daya tarik tersendiri. Warga medsos suka melihat usaha dan ketulusan di balik sebuah produk lokal.
3. Gunakan Bahasa Sehari-hari yang Santai
Tidak perlu menggunakan bahasa iklan yang kaku atau terlalu formal. Berbicaralah seperti sedang ngobrol dengan teman sendiri di warung kopi. Semakin natural gaya bicara Anda, semakin mudah penonton merasa dekat dan percaya dengan usaha Anda.
4. Jangan Lupa Ajak Penonton untuk Aksi
Banyak pemula lupa menaruh kalimat ajakan di akhir video. Selalu ingatkan penonton untuk melakukan sesuatu, seperti klik link di bio, datang ke toko, atau simpan video ini untuk nanti. Terkadang, calon pembeli hanya perlu sedikit dorongan agar mau membeli.
5. Konsisten dan Evaluasi Hasilnya
Membuat konten itu butuh proses dan jam terbang. Jangan langsung berkecil hati kalau video pertama hanya ditonton sedikit orang. Coba amati video mana yang paling banyak mendapat komentar, lalu buat lagi konten dengan tema serupa.
Sambil sibuk membuat konten dan melayani pesanan yang mulai berdatangan, jangan lupa juga untuk tetap mencatat setiap transaksi dengan rapi ya. Usaha yang lancar tentu butuh pencatatan keuangan yang beres agar arus kas tetap sehat setiap harinya.
Mau pembukuan usaha rapi tanpa ribet?
Catat pemasukan, stok, & untung langsung dari HP.
Coba Rapihin Gratis →Artikel lainnya
Biar Pembeli Nggak Kabur ke Pesaing: 4 Cara Jitu Bikin Program Loyalitas Pelanggan yang Pas untuk UMKM
MarketingBarang Dagangan Sering Sepi di Shopee dan Tokopedia? Ini 5 Cara Optimasi Toko Online Pemula Biar Cepat Dapat Orderan Pertama
MarketingCuma Modal HP dan Cahaya Alami: 5 Trik Foto Produk Estetik yang Bikin Pembeli Langsung Klik Beli